MEROBOHKAN TEMBOK PENGHALANG DOA
Dipublikasikan pada hari Minggu, 28 September 2008
|
|
Yesaya 59:1,2
1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar;
2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
Kedua ayat di atas cukup menjelaskan bahwa sebuah doa dapat terhalang oleh dosa yang belum dibereskan, ialah dosa yang belum diampuni Tuhan. Seringkali para pendoa melupakan hal itu, sehingga doa-doanya tidak memperoleh jawaban.
Berikut sebuah contoh yang kami alami dalam pelayanan. Pada suatu waktu di sebuah KKR kecil ada seorang ibu yang cukup tua, mengalami gangguan berupa: telinga yang sebelah kanan tuli. Sekitar 5 orang pendoa sudah mendoakan ibu itu, tetapi tidak berhasil, ibu itu tetap tuli sebelah.
Seorang teman menggamit saya untuk berdoa bagi ibu itu, karena sudah banyak yang mendoakannya tetapi belum sembuh juga. Dalam hati saya bertanya kepada Roh Kudus, apa penyebab ibu itu tidak alami kesembuhan. Sebuah suara lembut di hati berkata, bahwa ada dosa pada ibu itu yang belum dibereskan, sehingga doa dari para pendoa seperti membentur tembok, sehingga tidak bisa menembus ke Tahta Allah.
Roh Kudus mengingatkan saya soal Yesaya 59:1,2 kemudian Matius 6:14,15 soal pengampunan.
Matius 6:14,15
14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.
15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."
Saya mendekati ibu itu, saya bertanya dengan siapa saja ibu itu tinggal,... Kemudian saya jelaskan soal pengampunan dalam Matius 6:14,15 di atas. Saya ajak ibu itu mengampuni semua orang, terutama orang dalam seisi rumahnya. Saya perjelas (sesuai pengajaran Ibu Dorcas) bahwa yang disebut sudah mengampuni ialah, kalau membayangkan orang yang sudah menyakiti hati kita itu, maka kita sudah tidak sakit hati, atau tidak menimbulkan efek tidak nyaman di hati kita. Dan puji Tuhan, ibu itu menurut saja.
Setelah ibu itu selesai mengampuni semua orang, saya ajak dia meminta ampun kepada Allah Bapa, dengan keyakinan bahwa kalau kita sudah mengampuni semua orang dalam nama Yesus, maka pasti Allah Bapa memberi kita pengampunan. Pasti !!
Saya tanya lagi, apakah dia percaya bahwa bilur-bilur Yesus berkuasa menyembuhkannya? Ibu itu menjawab: Ya, saya percaya.
Sekarang saya yakin bahwa ibu itu sudah diampuni dosanya, sehingga doa saya pastilah tidak terhalang, dan saya juga yakin bahwa mujizat pasti terjadi, karena ibu itu memiliki iman.
Saya pegang kedua telinga ibu itu dan saya berdoa. Saya hardik roh yang bikin ibu itu tuli, dan saya perintahkan keluar dari ibu itu, demi nama Yesus. Saya pakai style ibu Dorcas: kalimat doa yang pendek, tegas, jelas dan langsung ke sasaran.
Dan seperti yang sudah saya duga, ibu itu sembuh dari tuli sebelah telinganya, Haleluyah !!
Saya bersyukur, bahwa dalam banyak pengalaman, ketika orang sakit kita damaikan dahulu dengan Tuhan, sampai Tuhan mengampuni semua dosanya, dan sampai orang sakit itu tumbuh imannya, maka mujizat begitu mudahnya terjadi. Ada puluhan, dan bahkan ratusan contoh kasus yang telah membuktikan keajaiban kebenaran Firman Tuhan.
Abraham - RDSB Magelang
Jadilah Donatur RDSB.org | Arsip Artikel | Kembali Ke Depan
|
| |
Rata-rata: 5 Pemilih: 12

|
|