HIDUP DALAM KEKUDUSAN
Dipublikasikan pada hari Sabtu, 26 April 2008
|
|
Ibrani 12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. Hanya orang-orang yang hidup di dalam kekudusan yang dapat melihat Allah. Banyak orang percaya yang ingin melihat Tuhan tetapi tidak mau hidup di dalam kekudusan. Sebagai pengikut Yesus, kita harus mengutamakan kekudusan. Kekudusan itupun harus kita kejar. Kita sendiri yang harus bersikap aktif, bukannya pasif. Sesuatu yang kita kejar, kita kerjakan dengan berlari, tidak berjalan. Hal ini juga berkaitan dengan tugas kita Sebagai orang percaya, yaitu berlari dalam perlombaan iman, di mana di dalamnya juga berlari untuk mengejar kekudusan, dan hidup senantiasa di dalam kekudusan.
Kekudusan mempunyai dua sisi:
- Posisi kita di Sorga. Kolose 3:1-4 Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan. Tanpa kematian dan kebangkitanNya, kita tidak akan pernah mendapat tempat di Sorga, dan hanya orang-orang kuduslah yang diperkenankan mendapat tempat di Sorga. Karena itu setiap orang percaya juga disebut orang kudus. Kekudusan ini sempurna karena semuanya Tuhan yang lakukan untuk kita. dengan mengalami kelahiran baru, maka benih Allah itu sudah ada di dalam kita. Sehingga kekudusan itu sendiri sudah Dia tanamkan di dalam kita juga.
- Hidup di dalam kekudusan. Kolose 3:5 karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala. Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa bukan Allah yang akan mematikan segala keduniawian di dalam kita, tetapi kita sendiri yang harus melakukannya. dengan hidup di kekudusan maka kita akan juga mengalami lawatan Allah dan kemulianNya. Sehingga selanjutnya kita dapat menjadi saksiNya di bangsa ini dengan efektif tanpa adanya tuduhan-tudahan dari si iblis.
Dibutuhkan suatu ketaatan untuk tetap hidup di dalam kekudusan. Allah berfirman bahwa setiap orang percaya adalah lebih daripada pemenang. tetapi ada banyak juga orang percaya yang hanya mau hidup berkemenangan tetapi tidak mau taat. Atau juga mengerti Firman, hafal Firman tetapi tidak pernah mau taat pada Firman itu. Allah sangat menghargai ketaatan setiap umatnya. yang Dia cari adalah sekelompok orang-orang percaya yang mau taat padaNya.
Mazmur 199:11 dalam hatiku aku menyimpan janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. Kunci dari ketaatan adalah menyimpan Firman Allah di dalam hati kita. Jika tidak demikian maka mudah bagi seseorang untuk tidak taat lalu jatuh ke dalam dosa; meskipun orang tersebut mengerti dan mengetahui seluruh Firman, bahkan menghafalnya. Firman Allah yang kita simpan di dalam hati kita akan menjadi suatu alarm atau peringatan jika kita sudah mulai menyimpang dari FirmanNya. Firman tersebut akan mengingatkan kita sehingga kita sadar lalu taat akan Firman itu dan berbalik kepada Tuhan, dan terhindar dari suatu dosa.
Efesus 6:17 Dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah. Firman Allah adalah pedang Roh. Pedang Roh ini adalah milik Roh Kudus yang Dia titipkan kepada kita. Tugas kita adalah menyimpannya di dalam hati dan pikiran kita (Mazmur 199:11) dan memeliharanya baik-baik. Sehingga ketika musuh datang dengan membawa masalah, Roh Kudus sendiri yang akan berperang bagi kita dengan pedang Roh yang sudah ada di dalam kita. Jadi sebenarnya jika pedang Roh itu tidak ada di dalam kita, maka tidak ada senjata bagi kita untuk melawan musuh. Karena itu peranan Firman Allah dalam kehidupan orang percaya sangat penting. Seseorang bisa saja kelihatannya suka berdoa, atau pujian penyembahan, tetapi jika dia tidak kuat di dalam Firman dan menyimpan Firman di dalam hatinya, maka dia tidak memiliki pedang Roh. Sama seperti seorang tentara tanpa senjata di medan peperangan.
Lukas 18:20-22 Engkau tentu mengetahui segala perintah Allah: Jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengucapkan saksi dusta, hormatilah ayahmu dan ibumu." Kata orang itu: "Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku." Mendengar itu Yesus berkata kepadanya: "Masih tinggal satu hal lagi yang harus kaulakukan: juallah segala yang kaumiliki dan bagi-bagikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di Sorga, kemudian datang-lah ke mari dan ikutlah Aku." Ketika orang itu mendengar perkataan itu, ia menjadi amat sedih, sebab ia sangat kaya. yang Tuhan mau dari setiap orang yang mau mengikut Dia adalah memberikan seluruh hidupnya seratus persen, sungguh-sungguh bagi Dia. Jadi Allah ingin melihat motivasi kita dalam mengikut Dia.
Berlari, raihlah kekudusan dan hidup di dalamnya, karena Firman berkata: kejarlah kekudusan! Ibrani 12:14. Amen !!
Jadilah Donatur RDSB.org | Arsip Artikel | Kembali Ke Depan
|
| |
Rata-rata: 4.5 Pemilih: 14

|
|