HATI YANG MURNI
Dipublikasikan pada hari Sabtu, 12 April 2008
|
|
Mazmur 24:1-6 Mazmur Daud. Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai. Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu. Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia. Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.
Tuhan yang kita sembah dan hidup di dalam kita bukanlah tuhan yang sembarangan. Tuhan kita adalah Tuhan yang memiliki segala kuasa atas surga, bumi, dan semesta alam. Hanya orang-orang yang bersih tangannya dan murni hatinya yang akan melihat Allah. Melihat Allah di sini artinya kita bisa menikmati kuasa Allah di dalam hidup kita dan pekerjaan-perkejaan-Nya yang dahsyat di dalam hidup kita. Artinya juga kita melihat Allah membawa hidup kita dari kemenangan ke kemenangan.
Pada saat kelahiran Yesus, orang-orang Majus dan juga Herodes ingin melihat-Nya. Herodes ingin melihat-Nya karena ia mengetahui bahwa seorang Raja telah lahir. orang-orang Majus dan Herodes bersama-sama ingin melihat-Nya, tetapi hanya orang-orang Majus yang dapat melihat=Nya. Herodes tidak dapat melihat=Nya karena hatinya tidak murni, dia ingin membunuh Yesus. Sedangkan orang-orang Majus memiliki hati yang murni, mereka mencari Yesus untuk menyembah Dia.
Matius 5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. (suci dalam Alkitab terjemahan Inggris: murni). Kita dapat melihat perjalanan hidup kita bersama dengan Tuhan di sepanjang tahun ini, apakah kita senantiasa melihat campur tangan-Nya dalam hidup kita atau tidak pernah? Dan apakah kita hanya berteriak-teriak “Tuhan, di manakah Engkau?”.
Yesaya 59:1-21 Dosa adalah penghambat keselamatan. Dosa kitalah yang memisahkan kita dengan Allah. Kita perlu tanyakan diri kita: apakah kita sudah murni dengan Tuhan atau juga kita masih memiliki agenda pribadi dengan Tuhan. Kermurnian hati adalah sangat penting, karena kita berada di tengah-tengah kebanyakan orang yang memiliki hati yang jahat. Kemurnian hati kita yang akan menjadi senjata untuk melawan setiap kejahatan.
1 Petrus 3:13-16 Dan siapakah yang akan berbuat jahat terhadap kamu, jika kamu rajin berbuat baik? … dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu. Kita harus terus tetap menjaga kemurnian hati nurani supaya kita tetap didapati setia di hadapan-Nya sampai pada akhirnya.
Yohanes 6:1-15 Yesus memberi makan lima ribu orang. Tuhan mengetahui setiap kebutuhan kita. Dia sebenarnya ingin tahu reaksi kita pada saat menghadapi suatu perkara. Apakah kita mengandalkan kekuatan diri sendiri atau Dia. Tuhan tidak pernah memberkati kita dengan pas-pasan, sebab Dia datang untuk memberi hidup dan hidup yang berkelimpahan (Yohanes 10:10). Artinya juga bukan kita harus hidup berfoya-foya. Lalu mengapa ada banyak orang percaya yang hidupnya masih pas-pasan. Alasan utamanya adalah motivasi yang belum murni dalam mengikut Tuhan. Banyak orang yang setelah mendapat berkat Allah, motivasinya menjadi berubah. Sehingga untuk selanjutnya Allah juga tidak bisa memberkati mereka.
Yohanes 6:25-26 Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: "Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?" Yesus menjawab mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang. Ini adalah contoh dari orang-orang yang mencari Tuhan dengan motivasi yang salah. Mereka hanya mencari berkat saja bukan Pemberi berkat. yang ada di dalam pikiran mereka hanya perut mereka dan kepentingan individu masing-masing.
Kemurnian hati di banyak gereja sudah bergeser. orang-orang datang ke gereja hanya untuk mencari berkat, kesembuhan, dan mujizat. Mereka melupakan yang utama, yaitu Pemberi berkat, Penyembuh, dan Pembuat mujizat itu sendiri. Sebenarnya hal pertama yang harus ditanamkan di dalam gereja adalah penyangkalan diri. Baru setelah itu berkat-berkat-Nya.
1 Timotius 6:6 Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Memang jika kita beribadah maka mendapat keuntungan. Tetapi jika kita beribadah untuk mencari keuntungan maka kita tidak memiliki pikiran yang sehat di dalam Kristus. Artinya juga bukan harus hidup berkekurangan. Kita tetap harus memiliki target untuk hidup berkelimpahan tetapi harus tetap menjaga bahwa tujuan utama kita adalah Yesus. Berkatnya hanya merupakan bonus saja.
Milikilah hati yang murni dalam mengikut Dia, dan kita akan melihat janji-janjiNya digenapi bagi kita! Amen !!
Jadilah Donatur RDSB.org | Arsip Artikel | Kembali Ke Depan
|
| |
Rata-rata: 4 Pemilih: 2

|
|