<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Doa Segala Bangsa</title>
	<atom:link href="http://rdsb.org/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rdsb.org</link>
	<description>The Abundant Church</description>
	<lastBuildDate>Sat, 19 May 2012 01:21:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Makna Sejarah</title>
		<link>http://rdsb.org/2012/05/19/makna-sejarah/</link>
		<comments>http://rdsb.org/2012/05/19/makna-sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 May 2012 01:21:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rdsb.org/2012/05/19/makna-sejarah/</guid>
		<description><![CDATA[<!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:
      
                <br />■ Ayub 18–20
  
  
  
                <br />Ketika saya dan istri menelusuri The British Museum, kami terpaku pada kayanya sejarah dan warisan yang terkandung dalam gedung yang sangat besar di London itu. Kami melihat berbagai artefak....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baca:</p>
<p>                1 Korintus 10:1-13</p>
<p class="verses">Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba. —1 Korintus 10:11</p>
<p><!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:</p>
<p>■ Ayub 18–20</p>
<p>Ketika saya dan istri menelusuri The British Museum, kami terpaku pada kayanya sejarah dan warisan yang terkandung dalam gedung yang sangat besar di London itu. Kami melihat berbagai artefak yang berumur berabad-abad lebih tua dari apa pun yang ada di Amerika Serikat. Ini mengingat-kan saya tentang betapa pentingnya menghargai makna sejarah. Sejarah memberi kita catatan tentang sudut pandang, konteks, dan konsekuensi. Semua itu dapat menolong kita mengambil keputusan yang bijaksana ketika kita belajar baik dari kesuksesan dan kegagalan mereka yang telah mendahului kita.<br />
<br />Paulus juga melihat pentingnya menghargai pelajaran dari sejarah. Ia mengingatkan kita akan bagaimana pilihan-pilihan yang buruk dapat merusak hidup, dengan menceritakan kembali kisah tentang bangsa Israel dan pengembaraan mereka di padang gurun sebagai dampak dari penolakan mereka untuk percaya kepada Allah dan masuk ke Tanah Perjanjian (lih. Bil. 14). Lalu Paulus mengatakan kepada orang percaya di Korintus, “Semuanya ini telah menimpa mereka untuk menjadi contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba” (1 Kor. 10:11).<br />
<br />Allah telah memberi kita Alkitab, salah satunya adalah untuk menolong kita belajar dari sejarah umat-Nya. Pelajaran-pelajaran Alkitab memberikan baik teladan maupun peringatan untuk membuat kita waspada terhadap kecenderungan diri kita yang terburuk dan menuntun kita untuk hidup lebih bijaksana. Pertanyaannya adalah apakah kita mau belajar dari masa lalu atau mengulangi kesalahan-kesalahan mereka yang telah mendahului kita. —WEC</p>
<p class="poem"><em>Tuhan, ajari kami dari kisah-kisah dalam firman-Mu.</em><br /><em>Kami tahu Engkau telah memberikannya untuk menuntun kami dan</em><br /><em>memberi kami hikmat. Tolonglah kami memiliki niat</em><br /><em>untuk taat karena kasih kami kepada-Mu. Amin.</em></p>
<p>                Pelajaran-pelajaran berharga dipelajari dengan jalan mencermati hidup umat Allah yang telah menjalaninya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rdsb.org/2012/05/19/makna-sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukan Yang Saya Rencanakan</title>
		<link>http://rdsb.org/2012/05/18/bukan-yang-saya-rencanakan/</link>
		<comments>http://rdsb.org/2012/05/18/bukan-yang-saya-rencanakan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 May 2012 00:03:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rdsb.org/2012/05/18/bukan-yang-saya-rencanakan/</guid>
		<description><![CDATA[<!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:
      
                <br />■ Ayub 14–17
  
  
  
                <br />Apa yang saya harapkan dalam hidup saya tidak menjadi kenyataan. Saya ingin menikah pada usia 19 tahun, memiliki setengah lusin anak, dan hidup tenang sebagai seorang istri dan ibu rumah tan....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baca:</p>
<p>                Mazmur 37:1-8</p>
<p class="verses">Berdiam dirilah di hadapan Tuhan. —Mazmur 37:7a</p>
<p><!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:</p>
<p>■ Ayub 14–17</p>
<p>Apa yang saya harapkan dalam hidup saya tidak menjadi kenyataan. Saya ingin menikah pada usia 19 tahun, memiliki setengah lusin anak, dan hidup tenang sebagai seorang istri dan ibu rumah tangga. Alih-alih, saya justru bekerja, menikah di usia 40-an, dan tidak memiliki anak. Selama bertahun-tahun saya terus berharap bahwa Mazmur 37:4 akan menjadi janji yang digenapi Allah: “Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.”<br />
<br />Namun Allah tidak selalu “akan bertindak” (ay.5), dan keinginan yang tidak terpenuhi sesekali membangkitkan kesedihan. Seperti hidup saya, hidup Anda pun mungkin sama sekali berbeda dari apa yang telah Anda rencanakan. Beberapa pemikiran dari Mazmur 37 mungkin dapat membantu Anda (walaupun mazmur ini terutama berisi perbandingan antara diri kita sendiri dengan orang-orang fasik).<br />
<br />Kita belajar dari ayat 4 bahwa keinginan yang tidak terpenuhi seharusnya tidak merampas sukacita dari kehidupan ini. Ketika kita semakin mengenal isi hati Allah, Dialah yang menjadi sukacita kita.<br />
<br />“Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan” (ay.5). Kata&nbsp;<em>serahkanlah</em>&nbsp;berarti “mengalihkan”. Herbert Lockyear, Sr., seorang pengajar Alkitab, berkata, “‘Alihkan jalanmu kepada TUHAN,’ seperti seseorang yang membawa beban yang tidak dapat dipikulnya sendiri dan meletakkannya pada bahu orang lain yang lebih kuat darinya.”<br />
<br />“Dan percayalah kepada-Nya” (ay.5). Ketika kita dengan yakin mempercayakan segala sesuatu kepada Allah, kita dapat “berdiam diri di hadapan TUHAN” (ay.7), karena Dia akan memberikan yang terbaik bagi hidup kita. —AMC</p>
<p class="poem"><em>Ketika aku menyusuri jalan kehidupan,</em><br /><em>Walaupun jalannya tak bisa kulihat,</em><br /><em>Aku akan mengikuti jejak kaki-Nya,</em><br /><em>Karena Dia punya rencana bagiku. —Thiesen</em></p>
<p>                Hati manusia memikirkan jalan-jalannya, tetapi TUHANlah yang menentukan arah langkahnya. —Amsal 16:9</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rdsb.org/2012/05/18/bukan-yang-saya-rencanakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tempat Khusus Untuk Anda</title>
		<link>http://rdsb.org/2012/05/17/tempat-khusus-untuk-anda/</link>
		<comments>http://rdsb.org/2012/05/17/tempat-khusus-untuk-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 09:47:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rdsb.org/2012/05/17/tempat-khusus-untuk-anda/</guid>
		<description><![CDATA[<!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:
      
                <br />■ Ayub 11–13
  
  
  
                <br />Sepasang suami-istri mengajak bibi mereka yang sudah berusia lanjut untuk tinggal bersama. Namun mereka merasa khawatir jika sang bibi akan merasa tidak nyaman di rumah mereka. Jadi, mereka....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baca:</p>
<p>                Yohanes 13:36–14:4</p>
<p class="verses">Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada, kamu pun berada. —Yohanes 14:3</p>
<p><!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:</p>
<p>■ Ayub 11–13</p>
<p>Sepasang suami-istri mengajak bibi mereka yang sudah berusia lanjut untuk tinggal bersama. Namun mereka merasa khawatir jika sang bibi akan merasa tidak nyaman di rumah mereka. Jadi, mereka mengubah sebuah kamar di rumah mereka supaya persis sama seperti kamar tidur sang bibi di rumah yang ditinggalkannya. Ketika bibi mereka tiba, seluruh perabotan, hiasan dinding, dan barang-barang favoritnya ada di sana. Ia pun merasa disambut dengan luar biasa.<br />
<br />Dalam Yohanes 13:36–14:4, kita membaca bahwa dalam Perjamuan Terakhir, Yesus berbicara kepada murid-murid-Nya dan berusaha menyiapkan mereka menyambut kematian-Nya. Ketika Petrus bertanya, “Tuhan, ke manakah Engkau pergi?” Yesus menjawab, “Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku” (13:36). Yesus masih berbicara langsung kepada Petrus (juga ditujukan untuk semua pengikut-Nya) ketika Dia berkata, “Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku mengatakannya<em>kepadamu</em>. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat&nbsp;<em>bagimu</em>. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat&nbsp;<em>bagimu</em>, Aku akan datang kembali dan membawa&nbsp;<em>kamu</em>&nbsp;ke tempat-Ku, supaya di tempat di mana Aku berada,&nbsp;<em>kamu</em>&nbsp;pun berada” (14:2-3).<br />
<br />Surga adalah suatu kumpulan keluarga orang-orang percaya dari setiap suku dan bangsa, dan juga merupakan rumah Bapa kita. Di dalam rumah-Nya itu, Dia menyediakan tempat khusus untuk Anda.<br />
<br />Ketika kelak Anda tiba di surga dan Yesus membukakan pintu, Anda akan tahu bahwa Anda telah pulang ke rumah Anda. —DCM</p>
<p class="poem"><em>Aku punya rumah di surga sana</em><br /><em>Yang bebas dari dosa dan duka—</em><br /><em>Tempat tinggal dengan kasih yang kekal</em><br /><em>Dirancang dan dibuat untukku. —Bennett</em></p>
<p>                Bagi orang Kristen, surga adalah kediaman sejati.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rdsb.org/2012/05/17/tempat-khusus-untuk-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Percakapan Yang Berani</title>
		<link>http://rdsb.org/2012/05/16/percakapan-yang-berani/</link>
		<comments>http://rdsb.org/2012/05/16/percakapan-yang-berani/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 May 2012 01:12:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rdsb.org/2012/05/16/percakapan-yang-berani/</guid>
		<description><![CDATA[<!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:
      
                <br />■ Ayub 8–10
  
  
  
                <br />Mungkinkah kemajuan teknologi dalam komunikasi telah membuat kita tidak dapat menegur seseorang dengan benar? Lagipula, para atasan sekarang bisa mengirim pemberitahuan pemecatan melalui sura....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baca:</p>
<p>                Galatia 2:11-21</p>
<p class="verses">Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. —Galatia 2:11</p>
<p><!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:</p>
<p>■ Ayub 8–10</p>
<p>Mungkinkah kemajuan teknologi dalam komunikasi telah membuat kita tidak dapat menegur seseorang dengan benar? Lagipula, para atasan sekarang bisa mengirim pemberitahuan pemecatan melalui surat elektronik (<em>e-mail</em>). Seseorang dapat mengkritik orang lain melalui&nbsp;<em>Facebook</em>&nbsp;dan<em>Twitter</em>&nbsp;daripada berbicara langsung kepada orang itu. Mungkin lebih baik kita mengesampingkan semua teknologi tersebut dan meniru bagaimana Paulus berkomunikasi dengan Petrus ketika mereka bertentangan.<br />
<br />Paulus harus menegur Petrus karena telah mengkompromikan kasih karunia (Gal. 2:11-16). Petrus sedang beribadah bersama saudara seiman yang non-Yahudi. Namun ketika beberapa orang dari kalangan Yakobus tiba (mereka percaya bahwa orang berdosa diselamatkan melalui Yesus ditambah menaati Hukum Taurat), Petrus memisahkan diri dari orang-orang non-Yahudi itu. Ia mengucilkan mereka padahal sebelumnya ia menyatakan diri sama dengan mereka. Melihat kemunafikan ini, Paulus dengan kasih dan keteguhan, menegur Petrus secara langsung karena Petrus menunjukkan ketakutannya terhadap suatu sistem legalistik yang tidak berkuasa mengubah hidup. Paulus dengan tegas mengingatkan Petrus bahwa kasih karunia membawa pada kemerdekaan dari perbudakan dosa dan ketaatan kepada Allah.<br />
<br />Melakukan percakapan yang berani dengan saudara seiman bisa jadi suatu hal yang sulit, tetapi hal ini akan menghasilkan kemurnian dan kesatuan. Kita dapat mengemban tanggung jawab kita untuk berpegang teguh kepada kebenaran di dalam kasih (Ef. 4:15) dengan cara berjalan dalam kuasa Roh Kudus. —MLW</p>
<p class="poem"><em>Tuhan, beri kami keberanian untuk menegur</em><br /><em>Saudara seiman yang telah menyimpang;</em><br /><em>Dan kemudian secara lembut memulihkan</em><br /><em>Dengan menolong mereka kembali. —Sper</em></p>
<p>                Sebuah kata yang dipilih dengan saksama dapat berdampak besar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rdsb.org/2012/05/16/percakapan-yang-berani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Melihat Dekat Dan Jauh</title>
		<link>http://rdsb.org/2012/05/15/melihat-dekat-dan-jauh/</link>
		<comments>http://rdsb.org/2012/05/15/melihat-dekat-dan-jauh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 May 2012 07:19:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rdsb.org/2012/05/15/melihat-dekat-dan-jauh/</guid>
		<description><![CDATA[<!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:
      
                <br />■ Ayub 5–7
  
  
  
                <br />Memiliki sepasang mata yang sehat tidaklah cukup untuk melihat dengan jelas. Saya belajar ini dari pengalaman. Setelah mengalami serangkaian operasi mata akibat retina mata yang robek, kedua m....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baca:</p>
<p>                Mazmur 145</p>
<p class="verses">TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya. —Mazmur 145:18</p>
<p><!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:</p>
<p>■ Ayub 5–7</p>
<p>Memiliki sepasang mata yang sehat tidaklah cukup untuk melihat dengan jelas. Saya belajar ini dari pengalaman. Setelah mengalami serangkaian operasi mata akibat retina mata yang robek, kedua mata saya dapat melihat dengan baik tetapi mereka menolak untuk saling bekerja sama. Satu mata dapat melihat hal-hal yang jauh dan yang satu lagi melihat yang dekat. Namun bukannya bekerja sama, mereka malah bersaing untuk menjadi yang terunggul. Kedua mata saya tetap tidak fokus, sampai 3 bulan kemudian saya mendapatkan resep kacamata yang baru.<br />
<br />Hal serupa terjadi dengan cara pandang kita terhadap Allah. Beberapa orang memiliki fokus yang lebih baik kepada Allah ketika mereka melihat-Nya dalam “jarak dekat”—ketika mereka memikirkan Dia sebagai Pribadi yang akrab dan senantiasa hadir dalam kehidupan mereka sehari-hari. Orang Kristen lainnya melihat Allah dengan lebih jelas dari “jarak jauh”—Allah itu jauh melampaui apa pun yang dapat kita bayangkan; Dia mengatur alam semesta dengan kuasa dan kemuliaan.<br />
<br />Ketika orang-orang tidak sepakat tentang cara pandang mana yang lebih baik, Alkitab berfungsi seperti lensa yang diresepkan dokter untuk menolong kita melihat bahwa kedua cara pandang tersebut benar. Raja Daud menyatakan dua cara pandang itu dalam Mazmur 145: “Tuhan dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya” (ay.18) dan “Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga” (ay.3).<br />
<br />Syukurlah, Bapa kita di surga teramat dekat untuk mendengar doa-doa kita, tetapi juga kuasa-Nya jauh melampaui kita sehingga Dia dapat memenuhi setiap kebutuhan kita. —JAL</p>
<p class="poem"><em>Tuhan, Engkaulah yang tertinggi dan termulia,</em><br /><em>Namun begitu dekat untuk mendengar suara kami;</em><br /><em>Engkau begitu berkuasa, tetapi penuh kasih;</em><br /><em>Kasih-Mu untuk kami membuat kami bersukacita. —Sper</em></p>
<p>                Allah itu besar dan sanggup untuk memenuhi kebutuhan kita yang terkecil sekalipun.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rdsb.org/2012/05/15/melihat-dekat-dan-jauh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kincir Angin Tua</title>
		<link>http://rdsb.org/2012/05/14/kincir-angin-tua/</link>
		<comments>http://rdsb.org/2012/05/14/kincir-angin-tua/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 00:58:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rdsb.org/2012/05/14/kincir-angin-tua/</guid>
		<description><![CDATA[<!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:
      
                <br />■ Ayub 1–4
  
  
  
                <br />Seorang pria yang tumbuh di suatu peternakan di Texas Barat bercerita tentang sebuah kincir angin tua yang reyot. Kincir angin ini berdiri di sebelah lumbung keluarga-nya dan dipakai untuk mem....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baca:</p>
<p>                Galatia 6:6-10</p>
<p class="verses">Barangsiapa percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan oleh Kitab Suci: dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. —Yohanes 7:38</p>
<p><!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:</p>
<p>■ Ayub 1–4</p>
<p>Seorang pria yang tumbuh di suatu peternakan di Texas Barat bercerita tentang sebuah kincir angin tua yang reyot. Kincir angin ini berdiri di sebelah lumbung keluarga-nya dan dipakai untuk memompakan air ke rumah mereka. Kincir angin ini adalah satu-satunya sumber air bagi lingkungan itu.<br />
<br />Ketika angin bertiup kecang, kincir ini bekerja dengan baik, tetapi ketika angin bertiup sepoi-sepoi, baling-baling kincir ini tidak mau berputar. Baling-baling tersebut harus diputar secara manual sampai menghadap langsung ke arah angin. Hanya ketika diletakkan pada posisi yang tepat, kincir ini dapat menyediakan air bagi peternakan itu.<br />
<br />Saya memikirkan kisah tersebut ketika bertemu para pendeta dari gereja-gereja kecil di daerah terpencil. Banyak yang merasa diasingkan dan tidak mendapat dukungan, bagaikan pemerhati yang tidak diperhatikan siapa pun. Sebagai akibatnya, mereka kelelahan dan bergumul untuk membawa air yang memberikan hidup bagi jemaatnya. Saya suka menceritakan kepada mereka tentang kincir angin tua itu dan perlunya kita setiap hari mengembalikan diri pada posisi yang tepat. Caranya yaitu datang kepada Tuhan dan firman-Nya dan minum sepuasnya dari Dia yang adalah sumber air hidup itu.<br />
<br />Hal yang sama juga berlaku bagi kita. Pelayanan kepada Allah itu mengalir dari dalam keluar. Yesus berkata, “Barangsiapa percaya kepada-Ku . . . dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup” (Yoh. 7:38). Setelah Allah berbicara kepada hati kita yang terdalam, barulah kita dapat menjangkau kehidupan orang lain. Untuk menyegarkan orang lain, mari terus-menerus datang kepada Sumber hidup kita yang sejati. —DHR</p>
<p class="poem"><em>Ketika hati kita semakin letih,</em><br /><em>Ketika semangat kita meredup,</em><br /><em>Dia akan melangkah di hadapan kita,</em><br /><em>Serahkanlah semuanya kepada Dia. —NN.</em></p>
<p>                Ketika Anda letih dalam menghadapi pergumulan hidup, temukanlah kekuatan dalam Tuhan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rdsb.org/2012/05/14/kincir-angin-tua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wanita Yang Berpengaruh</title>
		<link>http://rdsb.org/2012/05/13/wanita-yang-berpengaruh/</link>
		<comments>http://rdsb.org/2012/05/13/wanita-yang-berpengaruh/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 May 2012 15:42:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rdsb.org/2012/05/13/wanita-yang-berpengaruh/</guid>
		<description><![CDATA[<!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:
      
                <br />■ Ester 8–10
  
  
  
                <br />Selama masa awal Reformasi Protestan di Eropa, Katharina Von Bora, seorang mantan suster, menikah dengan Martin Luther (1525). Dalam banyak hal, keduanya mengalami kehidupan pernikahan yang....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baca:</p>
<p>                Amsal 31:10-31</p>
<p>Ia mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya. —Amsal 31:27</p>
<p><!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:</p>
<p>■ Ester 8–10</p>
<p>Selama masa awal Reformasi Protestan di Eropa, Katharina Von Bora, seorang mantan suster, menikah dengan Martin Luther (1525). Dalam banyak hal, keduanya mengalami kehidupan pernikahan yang penuh sukacita. Luther berkata, “Tak ada ikatan di dunia ini yang begitu manis, ataupun perpisahan yang begitu pahit, seperti yang dialami dalam suatu pernikahan yang baik.”<br />
<br />Karena Katharina biasa bangun pukul 4 pagi untuk mengerjakan tanggung jawabnya, Luther menyebut istrinya itu sebagai “bintang pagi dari Wittenberg”. Katharina sangat rajin menyiangi kebun sayuran dan anggreknya. Ia juga mengelola bisnis keluarga dan mengatur rumah tangga dan properti lainnya milik Luther. Sepanjang pernikahan mereka, pasangan ini dianugerahi 6 orang anak. Katharina menjadikan rumah sebagai sekolah pembentukan karakter anak-anaknya. Ketekunan Katharina yang penuh semangat dan perhatiannya bagi keluarga menjadikannya sebagai seorang wanita yang berpengaruh.<br />
<br />Katharina tampaknya mirip seperti seorang wanita yang digambarkan dalam Amsal 31. Wanita ini jelas merupakan istri berkarakter mulia yang “bangun kalau masih malam, lalu menyediakan makanan untuk seisi rumahnya” (ay.15). Ia juga “mengawasi segala perbuatan rumah tangganya, makanan kemalasan tidak dimakannya” (ay.27).<br />
<br />Dari tokoh panutan seperti Katharina, kita dapat belajar tentang kasih, ketekunan, dan takut akan Tuhan yang dibutuhkan untuk menjadi seorang wanita yang berpengaruh. —HDF</p>
<p class="poem"><em>Tuhan, terima kasih atas pengaruh yang diberikan ibu dan istri kami.</em><br /><em>Kami juga ingin menjangkau hidup orang lain, mengenalkan mereka</em><br /><em>kepada-Mu. Kami tahu bahwa kami perlu kuasa Roh Kudus untuk</em><br /><em>melakukannya. Penuhi kami dan pakailah kami, inilah doa kami.</em></p>
<p>                Ibu yang baik tidak hanya memberitahukan bagaimana menjalani hidup, mereka memberikan teladan bagi kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rdsb.org/2012/05/13/wanita-yang-berpengaruh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Di Luar Perahu</title>
		<link>http://rdsb.org/2012/05/12/di-luar-perahu/</link>
		<comments>http://rdsb.org/2012/05/12/di-luar-perahu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 May 2012 00:55:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rdsb.org/2012/05/12/di-luar-perahu/</guid>
		<description><![CDATA[<!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:
      
                <br />■ Ester 4–7
  
  
  
                <br />Katsushika Hokusai adalah salah seorang seniman yang paling produktif dan terkenal dalam sejarah Jepang. Antara tahun 1826 dan 1833, ketika berusia antara 60-an dan awal 70-an, ia menciptakan....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baca:</p>
<p>                Mazmur 107:23-32</p>
<p>Mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya, jiwa mereka hancur karena celaka. —Mazmur 107:26</p>
<p><!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:</p>
<p>■ Ester 4–7</p>
<p>Katsushika Hokusai adalah salah seorang seniman yang paling produktif dan terkenal dalam sejarah Jepang. Antara tahun 1826 dan 1833, ketika berusia antara 60-an dan awal 70-an, ia menciptakan karya terbaiknya. Karya ini berupa serangkaian lukisan berwarna yang dicetak dari ukiran kayu berjudul&nbsp;<em>Thirty-Six Views of Mt. Fuji</em>&nbsp;(Tiga Puluh Enam Pemandangan Gunung Fuji). Di antara lukisan-lukisan itu, ada sebuah maha karyanya yaitu&nbsp;<em>The Great Wave Off Kanagawa</em>&nbsp;(Ombak Kanagawa yang Dahsyat). Lukisan yang diciptakan dalam masa krisis finansial dan emosional di Hokusai ini menggambarkan ombak laut yang menjulang tinggi dengan buih-buih air pada ujungnya berbentuk seperti cakar yang akan menelan tiga perahu kecil yang penuh pendayung.<br />
<br />Mazmur 107 juga menceritakan kisah tentang orang-orang yang mengalami masa sulit di tengah samudera. Terapung di atas ombak, “mereka naik sampai ke langit dan turun ke samudera raya.” Dan akibatnya, “jiwa mereka hancur karena celaka” (ay.26). Pada akhirnya, para pelaut ini mengirimkan sinyal minta tolong kepada Allah, dan Dia menanggapinya dengan menenangkan samudera dan membimbing mereka sampai ke tujuannya (ay.28-30).<br />
<br />Ketika menghadapi situasi yang membuat kita putus asa, kita cenderung datang kepada orang lain untuk meminta bimbingan dan penghiburan. Namun mereka juga berada di perahu yang sama— tersesat dalam pasang-surutnya samudera kehidupan. Hanya Allah yang berada di luar perahu dan Dia berkuasa, stabil, dan cukup kuat untuk menenangkan badai (ay.24-25,29). Apakah Anda sedang menghadapi masalah? Carilah Dia! —JBS</p>
<p class="poem"><em>Akankah jangkarmu kuat menahan badai kehidupan,</em><br /><em>Ketika awan membentangkan sayap perlawanan?</em><br /><em>Ketika ombak menghempas dan rantai jangkar mengencang,</em><br /><em>Akankah jangkarmu terbawa arus atau kokoh bertahan? —Owens</em></p>
<p>                Kita menyembah Allah yang lebih besar daripada masalah terbesar kita.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rdsb.org/2012/05/12/di-luar-perahu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sebuah Kepedulian</title>
		<link>http://rdsb.org/2012/05/11/sebuah-kepedulian/</link>
		<comments>http://rdsb.org/2012/05/11/sebuah-kepedulian/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 May 2012 02:20:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rdsb.org/2012/05/11/sebuah-kepedulian/</guid>
		<description><![CDATA[<!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:
      
                <br />■ Ester 1–3
  
  
  
                <br />Statistik adalah sesuatu yang pelik. Walaupun data statistik memberi kita informasi, terkadang hal itu juga dapat membuat kita kurang peka terhadap orang-orang yang diwakili data tersebut. Sa....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baca:</p>
<p>                Galatia 2:1-10</p>
<p class="verses">Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia. —Amsal 14:31</p>
<p><!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:</p>
<p>■ Ester 1–3</p>
<p>Statistik adalah sesuatu yang pelik. Walaupun data statistik memberi kita informasi, terkadang hal itu juga dapat membuat kita kurang peka terhadap orang-orang yang diwakili data tersebut. Saya menyadarinya baru-baru ini ketika membaca sebuah statistik: Setiap tahunnya ada 15 juta jiwa meninggal karena kelaparan. Ini hal yang mengerikan dan sangat sulit dimengerti oleh sebagian dari kita yang hidup dalam kelimpahan. Pada tahun 2008, hampir 9 juta anak meninggal sebelum mereka berusia 5 tahun, dan sepertiga dari mereka meninggal karena kelaparan. Ini adalah angka-angka yang mencengangkan, tetapi orang-orang itu lebih dari sekadar angka. Mereka adalah pribadi-pribadi yang dikasihi Allah.<br />
<br />Kita dapat menunjukkan isi hati Bapa yang penuh kasih dengan menanggapi kebutuhan jasmani dari orang-orang yang membutuhkan. Solomo menulis, “Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia” (Ams. 14:31). Kita dapat menunjukkan belas kasihan kita kepada mereka yang membutuhkan dengan cara, antara lain, membantu di dapur umum, menolong dalam mencarikan pekerjaan, mendukung dana untuk penggalian sumur di daerah-daerah yang membutuhkan air bersih, membagikan makanan di daerah-daerah kumuh, mengajarkan cara berdagang, atau menyediakan makan siang untuk anak-anak usia sekolah.<br />
<br />Menerima tanggung jawab ini berarti memuliakan Bapa dan kepedulian-Nya bagi seluruh umat manusia. Mereka yang kelaparan itu mungkin akan lebih terbuka untuk mendengar berita tentang Salib ketika perut mereka tidak lagi menahan lapar. —WEC</p>
<p class="poem"><em>Jika Allah berkenan memberikan</em><br /><em>Satu anugerah untuk seluruh hariku,</em><br /><em>Aku ingin jalan yang dikehendaki-Nya</em><br /><em>Untuk mewarnai jalan hidupku. —Verway</em></p>
<p>                Semakin kita memahami kasih Allah bagi diri kita, semakin banyak kasih yang kita tunjukkan pada sesama.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rdsb.org/2012/05/11/sebuah-kepedulian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meminta Maaf</title>
		<link>http://rdsb.org/2012/05/10/meminta-maaf/</link>
		<comments>http://rdsb.org/2012/05/10/meminta-maaf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 May 2012 01:49:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan Harian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rdsb.org/2012/05/10/meminta-maaf/</guid>
		<description><![CDATA[<!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:
      
                <br />■ Nehemia 10–13
  
  
  
                <br />Mark telah mengecewakan temannya. Ia datang terlambat di restoran tempat ia seharusnya bertemu dengan teman itu. Temannya tersebut telah pergi. Dengan penuh rasa penyesalan, Mark membeli....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Baca:</p>
<p>                Matius 5:21-26</p>
<p class="verses">Sebab itu, jika engkau . . . teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, . . . pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu. —Matius 5:23-24</p>
<p><!--mulaicut-->Bacaan Untuk Setahun:</p>
<p>■ Nehemia 10–13</p>
<p>Mark telah mengecewakan temannya. Ia datang terlambat di restoran tempat ia seharusnya bertemu dengan teman itu. Temannya tersebut telah pergi. Dengan penuh rasa penyesalan, Mark membeli sebuah kupon makan dari restoran tersebut dan berhenti di sebuah toko kartu setempat untuk mencari selembar kartu permintaan maaf. Ia pun heran, karena di antara ratusan kartu yang ada, tidak banyak kartu yang berisi pesan “mohon maaf atas perbuatan saya” dan itu pun letaknya di bagian terpencil dari toko itu. Ia membeli salah satu kartu tersebut dan memberikannya kepada sang teman yang ternyata bersedia menerima permintaan maafnya.<br />
<br />Meski kartu permintaan maaf tidaklah populer, akan tetapi permintaan maaf sering dibutuhkan dalam relasi kita. Meminta maaf adalah perbuatan yang alkitabiah. Yesus memerintahkan para pengikut-Nya untuk berdamai dengan mereka yang tersinggung karena perbuatan kita (Mat. 5:23-24; 18:15-20). Paulus berkata, “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!” (Rm. 12:18). Hidup dalam perdamaian kemungkinan besar memerlukan banyak permintaan maaf.<br />
<br />Permintaan maaf adalah hal yang sulit untuk dilakukan karena diperlukan suatu sikap rendah hati untuk mengakui kesalahan kita, dan mungkin ini tidak serta-merta bisa kita lakukan. Meski demikian, bertanggung jawab dalam suatu situasi ketika kita bertindak salah dapat membawa kesembuhan dan pemulihan dalam suatu relasi.<br />
<br />Apakah Anda telah mengecewakan seseorang? Buanglah kesombongan Anda dan mintalah maaf—bahkan ketika Anda tidak dapat menemukan kartu untuk menolong Anda mengatakannya. —AMC</p>
<p class="poem"><em>Kapan pun Anda menyinggung teman,</em><br /><em>Mintalah maaf dan berdamailah;</em><br /><em>Karena jika Anda mengakui kesalahan,</em><br /><em>Anda terhindar dari pertengkaran yang sia-sia. —Sper</em></p>
<p>                Cara terbaik untuk berdamai adalah dengan meminta maaf.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rdsb.org/2012/05/10/meminta-maaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

