PENGUASAAN DIRI

May 27th, 2004 by redaksi

Galatia 5:22-23
Salah satu buah Roh penting kita perhatikan adalah penguasaan diri. Banyak orang seringkali tidak dapat menguasai diri, terlebih pada saat menghadapi masalah. Penguasaan diri lebih dapat bermanifestasi dalam hidup kita, bila kita dalam keadaan yang menyenangkan / diberkati. Efesus 1:15-20, Jemaat di Efesus, mereka bertumbuh dan Allah memberikan Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar, supaya mata hati mereka terang. Bila mata hati terang, dapat melihat kebenaran dan dapat melakukannya, karena kuasa Allah bekerja didalam mereka.

Sejak kita mengalami kelahiran baru, kuasa Allah juga bekerja didalam kita, maka kita dapat melakukan penguasaan diri dengan baik. Jangan batasi kuasa Allah bekerja dalam diri kita, oleh sebab itu apa yang tidak dapat kita lakukan, kuasa Allah membuat kita sanggup dan merubah kita sehingga memiliki penguasaan diri.

Galatia 5:24 Menjadi milik Yesus,
kita harus menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya, hal itu adalah sesuatu yang dari jiwa kita, sangatlah penting kita memiliki jiwa yang sehat supaya kita dapat menguasai diri. Didalam jiwa, ada pikiran, kemauan dan emosi, ketiga hal itu haruslah seimbang, karena apa yang kita perbuat seringkali berasal dari pikiran. Sejak kita mengundang Yesus masuk dalam hati, roh kita menyatu dengan Roh Allah. Orang yang tidak memiliki penguasaan diri, tersermin dari perbuatan mereka yang bersifat kedagingan dan bila ditegur dan diluruskan pada kebenaran, orang seperti ini akan mudah marah.

Hidup dalam Roh, Galatia 5:16-18.
Orang yang sudah lahir baru, sudah pindah daerah, dari kerajaan dunia masuk kedalam kerajaan Allah dan memiliki hidup yang baru, hidup dipimpin Roh Allah. Bila kita hidup didalam Roh, kita menjadi orang yang diberkati, baik dalam hal rohani, jasmani maupun materi dan dapat mersakan kemerdekaan dalam diri kita.

1 Korintus 9:24-27, penguasaan diri harus dilatih dan kitapun harus menguasai seluruh tubuh kita.
Menjadi orang Kristen yang aktif, memberitakan Injil dan memiliki penguasaan diri yang baik supaya sesudah memberitakan injil, jangan kita ditolak. Bila kita melayani orang lain, memberitakan injil, penguasaan diri kita dilatih dan diuji, jangan sampai kita jatuh dalam hal ini, karena Allah memberikan Roh Kudus didalam kita, Dioa akan memampukan kita, bebaskan Roh Kudus bekerja dan memimpin kita.

Yakobus 1:13-15, Allah tidak pernah mencobai kita, karena orang dicobai oleh keinginannya sendiri, Iblis menipu kita, oleh karena itu kuasai diri kita jangan sampai jatuh dalam dosa yang melhirkan maut. 1 Korintus 10:13, Allah adalah setia, kalaupun kita mengalami pecobaan, hal itu tidak akan melampui kekuatan kita, Allah memberikan jalan keluar, sehingga kita dapat menanggungnya dan keluar sebagai pemenang.

Roma 8:13, jangan sampai kita mengandalakan kekauatan sendiri, tetapi mengandalkan Tuhan, hidup dalam Roh, selalu ada dalam damai sejahtera dan sukacita dan penguasaan diri sehingga berbuah lebat bagi kerajaan Allah. Kisah Para Rasul 13:4-12, Barnabas dan Paulus taat pada pimpinan Roh Kudus memberitakan Injil kepada Gubernur pulau Siprus dalam pelayanan pemberitaan Injil itu Paulus mengalami gangguan seorang tukang sihir yang mengacaukan, tapi mereka dapat menguasai diri, tidak gentar, maka akhirnya pelayanan mereka menghasilkan buah yang indah dan menunjukkan perbuatan ajaib. Sebagai seorang kristen harus hidup dikuasai Roh Kudus, memiliki penguasaan diri yang baik, maka tanda-tanda mujizatpun akan terjadi dalam pelayanan dan perjalanan hidup kita, kuasa ALlah dinyatakan.

Kuasailah dirimu supaya jangan jatuh dalam pencobaan dan kita akan menghasilkan buah yang lebat dan kekal.

Amin

Renungan diambil dari khotbah
Ev. Daud Raubun
Rumah Doa Segala Bangsa
14 Mei 2000

Leave a New Comment